KPK Mulai Telisik Proyek Hambalang

May 2, 2026
77

KPK Mulai Telisik Proyek Hambalang

TEMPO Interaktif, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta keterangan beberapa orang yang terlibat dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat. “Itu masih bagian dari pengumpulan bahan dan keterangan,” kata juru bicara KPK Johan Budi SP, Ahad 31 Juli 2011.

Johan enggan membeberkan siapa saja yang telah dimintai keterangan oleh KPK. Namun patut diduga pihak yang dimintai keterangan adalah mereka yang mengetahui proyek itu, baik dari Kementerian Pemuda dan Olahraga maupun rekanan pelaksana proyek.

Ketua KPK Busyro Muqoddas sebelumnya mengatakan pengumpulan bahan dan keterangan sudah lama dilakukan KPK setelah proyek wisma atlet SEA Games XXVI di Jakabaring, Palembang, terbongkar.

Proyek Hambalang dikerjakan sejak 2010 dengan anggaran sekitar Rp 1,2 triliun. Namun penganggaran tahap pertama sebagaimana keterangan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam –tersangka proyek wisma atlet–dalam Berita Acara Pemeriksaan dialokasikan sebesar Rp 625 miliar.

Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kepegawaian Kementerian Pemuda dan Olahraga Amar Ahmad pernah mengatakan proyek ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 30 hektare. “Mungkin luas areal bangunan-bangunannya sekitar 12 hektare,” katanya pada Juni lalu.

Amar mengatakan, berdasarkan informasi Biro Perencanaan dan Biro Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga, akhir tahun ini ditargetkan realisasi proyek mencapai 80 persen.

Sumber Tempo menyebut data dan dokumen ihwal proyek Hambalang diperoleh KPK saat proyek wisma atlet terbongkar. KPK menangkap Wafid bersama Direktur Pemasaran PT Anat Negeri Mindo Rosalina Manulang dan Manajer Pemasaran Muhammad El Idris di lantai 3 Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 21 April 2011 lalu. Mereka ditetapkan sebagai tersangka yang kemudian meningkat menjadi terdakwa. Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin pun juga ditetapkan sebagai tersangka. Nazaruddin hingga kini masih menjadi buron KPK.

Saat penangkapan, KPK menggeledah kantor Grup Permai di Jalan Warung Buncit Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Pada saat kantor perusahaan Nazaruddin itu digeledah, KPK menemukan data proyek Hambalang. “Nah, pengumpulan bahan dimulai sejak saat itu,” kata sumber Tempo.

Busyro dikonfirmasi Kamis lalu soal dokumen yang diperoleh KPK tak mau menjelaskan isi dokumen. “Sekarang masih pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan),” kata Busyro. Dia juga tak mau menjelaskan kapan proses pulbaket ditingkatkan ke tahap penyelidikan.

RUSMAN PARAQBUEQ

 

Sumber :
Tempo : KPK Mulai Telisik Proyek Hambalang
Sumber gambar



Tinggalkan Balasan

Incorrect please try again